Aksi Pemerintah Mengatasi Hepatitis di Indonesia

Penyakit hepatitis yang kian meningkat di setiap tahunnya perlu mendapatkan perhatian yang lebih, baik dari masyarakat yang menderita hepatitis itu sendiri, lembaga kesehatan, dan juga pemerintah. Di wilayah Asia Tenggara saja, ada sekitar 100 juta orang yang hidup dengan hepatitis b kronis, serta 30 juta orang yang hidup dengan hepatitis C kronis. Selain itu, sekitar 1,4 juta kasus baru dan 300 ribu kematian dari penderita hepatitis B, dan 500 ribu kasus serta 160 ribu kematian hepatitis C dalam setiap tahunnya.

aksi pemerintah mengatasi penyebaran hepatitis di indonesiaMelihat angka yang tinggi tersebut, Asia Tenggara menjadi daerah yang memprihatinkan dalam kasus hepatitis. Banyak yang melatarbelakanginya. Sehingga diperlukan beberapa tindakan yang lebih nyata dari pemerintah setempat untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Pemerintah Indonesia sendiri kini tengah berupaya melakukan tindakan pengendalikan hepatitis melalui 5 Aksi Utama Mengatasi Hepatitis di Indonesia yang diprakarsai olem Kementerian Kesehatan RI, yang tercantum di situs resmi Sehat Negeriku.

5 Aksi Pemerintah Mengatasi Hepatitis di Indonesia

5 Aksi Pemerintah Mengatasi Hepatitis di Indonesia, antara lain :

  1. Peningkatan kesadaran, kemitraan, dan mobilisasi sumber daya
  2. Pengembangan surveilans Hepatitis untuk mendapatkan data sebagai dasar penyusunan respons penanggulangan
  3. Memperkuat hukum dan peraturan
  4. Upaya pencegahan secara komprehensif
  5. Deteksi dini, dan tindak lanjut yang mencakup akses Perawatn, dukungan, serta Pengobatan

Kementerian Kesehatan juga mengungkapkan bahwa untuk Elimininasi Penularan Hepatitis B dari ibu ke anak, bisa dilakukan dengan cara meningkatkan imunisasi bayi yang baru lahir kurang dari 24 jam dari kelahirannya, serta deteksi dini hepatitis b pada ibu hamil dan kelompok lain yang berisiko tinggi hepatitis B.

Sedangkan untuk Eliminasi Hepatitis C, bisa dilakukan melalui tatalaksana kasus Hepatitis C dengan cara pemilihan jenis obat hepatitis tingkat kesembuhan 90%, efek samping rendah atau tanpa efek samping, serta harga yang terjangkau.

Selain langkah untuk memberikan pengetahuan yang lebih luas pada masyarakat mengenai hepatitis, kemeterian kesehatan juga memberikan penyuluhan tentang penyakit lain seperti HIV AIDS yang menjadi momok menakutkan yang mulai merebak di Indonesia.

Dengan adanya cara atau upaya yang dilakukan dalam pengendalian Hepatitis ini, penularan yang biasa terjadi dari hepatitis B bisa dikendalikan sama seperti penyebaran HIV AIDS dari ibu ke anak, di tahun 2020 (hepatitis B) dan 2030 (hepatitis C).

Artikel lainnya :
Demam Kuning pada Bayi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *